Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

GIRI KEDATON

monumen yang hilang... haha, kenapa monumen? karena emang monumental, berada di atas bukit, berfungsi sebagai pusat pemerintahan area gresik. kenapa hilang, sebab sepertinya nggak banyak yang tahu tentang tempat ini. GIRI KEDATON :D


ayo naiik, kondisi tangga cukup baik, seperti baru di rekonstruksi


1 kegelisahan muncul.. kenapa musholanya seperti ituuu! -_- kenapa tidak dibuat material yang menyerupai pondasi kedaton -_-.. entahlah


dari sisi sini terlihat epic banget


sisi yang sama, sama-sama epic. hehe


detail konstruksinya


bonus view yang cukup untuk menghilangkan penat, galau, dan bahkan stress.


lalu tiba waktunya untuk pulang

Selasa, 09 Juli 2013

Joyride Jog-Jakarta


menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di ibukota :D yap.. tapi itu masih 1 bulan lagi.. tak apalah, buat penyemangat :D rencana ini sudah dibuat 5 bulan sebelum keberangkatan ._. akan sangat mengecewakan jika tidak terealisasi (lebay). 

h-1 bulan, ternyata muncul jadwal penting lainnya.. rapat koordinasi pengurus HIMA yang baru. tanggal nya tepat dengan tanggal pada tiket yang tertera.. hmm -_-


saking antusiasnya, sampai saya juga bikin infographic nya. hehehe.
bismillah lancar :D

Kamis, 14 Maret 2013

Someday In Wonokromo

tanggal 11 maret 2013. dalam perjalanan menuju stasiun wonokromo. 

di atas Jalan Raya Wonokromo

di atas Jalan Stasiun Wonokromo

Sabtu, 09 Maret 2013

kekalahan ke-empat Gresik

4 kali kalah berturut-turut di kandang. Sriwijaya, Mitra Kukar, Pelita Bandung Raya, dan kali ini Arema berhasil mempermalukan Persegres Gresik United di hadapan puluhan ribu Ultrasmania. Saya maupun Ultrasmania lainnya tentu kecewa. khusus untuk laga melawan Arema ini, saya bahkan sudah berniat untuk bolos kuliah, di stadion diguyur hujan #curhat. hahaha. sempat optimis kita akan mampu mengalahkan Arema. berdasarkan pertandingan ujicoba november tahun lalu, Gresik berhasil mengalahkan Arema dengan skuad yang tidak jauh beda. Bertanding tanpa pelatih, diibaratkan GU saat ini. coach Suharno sudah dipecat 2 minggu yang lalu. Dan kabarnya manajemen mulai mendekati pelatih asing. siapapun pelatihnya, buat saya yang terpenting adalah jangan sampai gonta-ganti pelatih kembali terulang di musim ini. 

cukup takjub, berbeda sekali saat Ultras Gresik bersanding dengan Aremania dengan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ultras tampak sepi (secara kuantitas memang banyak, tapi semuanya terdiam). Saat melawan Arema, Ultrasmania seolah-olah tidak mau kalah kreativitas dengan Aremania. terutama yang berada di sektor 6. berteriak dan bernyanyi bersama-sama. cukup mengimbangi sebetulnya. apalagi ketika skor imbang 1-1. namun saat Arema unggul 1-2, Ultras kembali terdiam. dan Aremania berbalik bersorak dan kembali atraktif. 

Mungkin agak kangen juga dengan 11 tahun yang lalu. Saat Petrokimia Putra menjadi jawara Liga Indonesia tahun 2002. Ultrasmania disebut-sebut sebagai suporter yang paling atraktif dan kreatif. ya, euforianya membuat saya ingin kembali ke masa itu. 10 tahun berlalu, seperti mengalami kemunduran. hmmm. tapi harapan itu masih ada, seandainya manajemen tidak menaikkan harga tiket terlalu drastis dan tidak sering-sering gonta-ganti pelatih, otomatis suporter akan rela berbondong-bondong datang. memang sebagai suporter kita juga harus loyal dengan tim kesayangan. tapi sebagai manajemen harusnya tidak semena-mena menaikkan tiket dengan gembor-gembor slogan loyalitas. 

back to the topic
Pertandingan kali ini ternyata menyisakan banyak insiden. bukan antara Ultras dengan Aremania. melainkan justru antara Aremania dengan Bonek. ya, kita tahu bahwa Gresik adalah kota yang unik, dimana atribut-atribut Arema ataupun Persebaya bisa terlihat berseliweran di jalan. ada yang lebih mendukung Arema, dan juga ada yang lebih mendukung Persebaya. tapi jika dalam mendukung Gresik, mereka satu suara. kondisi yang seperti itu akan rawan memunculkan gesekan. apalagi berada dalam lingkup suporter fanatik. 

Insiden terjadi jauh di luar stadion. yang paling terekspos media adalah insiden di sidoarjo dan surabaya. tepatnya di jalan tol. saya tidak ingin menyalahkan salah satu dari mereka. saya hanya berharap mereka dapat berpikir rasional dan dewasa. lalu pihak-pihak terkait kembali berusaha melakukan rekonsiliasi. mungkin terlihat tidak mungkin ya, karena permusuhan mereka sudah mengakar. tapi karena tidak ada yang tidak mungkin, maka harapan itu masih ada. kabarnya Menpora mewacanakan untuk mendamaikan kedua suporter itu. semoga berhasil ya pak. kalau bisa kasih pengertian pada suporter sampai ke akar2nya, jangan cuma memberi pengertian pada pentolan-pentolan Korwil.

sudahlah, kita doakan saja yang terbaik. dan untuk Aremania, sampai jumpa di Kanjuruhan ya :D


Minggu, 03 Maret 2013

suatu hari di stasiun kandangan

melepaskan kepenatan kuliah, kali ini saya "mblakrak" ke stasiun Kandangan atas undangan teman saya yang kebetulan rumahnya di dekat stasiun tersebut.

ketika Argo Bromo Anggrek melintas

tiket yang terbuang (sinetron banget -__-)

cepu ekspres, menuju stasiun pasar turi

proyek double track, tanah sudah diratakan, tinggal dibangun relnya. rel kanan merupakan jalur menuju stasiun Indro, Gresik. jalur ini digunakan oleh rangkaian kereta pupuk menuju dermaga Petrokimia Gresik, dan rangkaian kereta CPO (Crude Palm Oil) menuju stasiun Indro (Pabrik Wilmar).

para bonek cilik, dan mungkin saja railfans masa depan :D

plasser, sedang bersiap untuk berangkat dinas ke jalur Indro-Dermaga Petrokimia

pengen kamera yang dipake pak polsuska -___- polsuska merangkap railfans photograph. hoho.
yang satu lagi angop, mungkin bosen gak ada hiburan di KRD Bojonegoro. hahaha


jalan panjang menuju Indro, Gresik


saya pikir lori kreatif seperti ini hanya ada di jabodetabek. ternyata di Kandangan ada juga toh..


"karena anda, lori ada" :D


harina hanya lewat


nah kalo yang ini kayaknya bisa dipake buat kamar deh -_-


"nah, akhireeee, duwik #eh, maksudku KRD e wes teko cok"
"nah, akhirnyaaa, uang #eh, maksud saya KRD nya sudah datang"
"nah, finallyyyy, money #eh, i mean KRD is arrive"


yowes sak mene ae cak, suwun yo, mene-mene dolen maneh nang Kandangan :D

menjajal pronto

kali ini saya beruntung sekali, ditraktir kakak saya makan :D
diajak ke pronto, sebuah restoran Italia. (kalau pake duit sendiri gak mungkin kesini, maklum masih mahasiswa). okelah, cekidot aja ya


ya, ini random food. maksudnya karena saya ngambil sesuka hati campur aduk kayak gado-gado. ahahaha. yang penting di cobain semua.


dan semuanya berakhir sangat cepat. huahahaha :D

bonus lampu unik


Senin, 25 Februari 2013

Pelemparan Pada Kereta Api

Vandalisme berlanjut. kalau dulu pelemparan sering terjadi ketika suporter memakai jasa kereta api, kali ini sepertinya berlanjut ketika rakyat kecil susah untuk memakai transportasi massal ini. Banyak yang menyebut karena ribetnya aturan untuk mendapat tiket saat ini dan ditutupnya stasiun-stasiun dengan okupansi sedikit membuat orang-orang menjadi benci PT KAI. entahlah.. soal ribet nya mendapatkan tiket kalau menurut saya tidak juga, malah terhitung cukup mudah bagi saya. namun bagi orang lain yang tidak tahu ya tentu beda lagi.. hehe. 

kaca yang sudah retak sejak saya masuk kereta ini (Rapih Dhoho) di stasiun Surabaya Gubeng.

Ketika hampir sampai di stasiun Blitar, seorang oknum remaja melempar kaca kereta api dengan batu dari luar, posisi saya berada di kotak biru, 


dan kaca yang jadi tampak lebih parah

jika dilihat dari luar tampak seperti ini. foto saya ambil di stasiun Blitar

semoga aksi seperti ini tidak terulang lagi, tetap semangat untuk KAI! :D

Minggu, 03 Februari 2013

mbolang by train

rutinitas kuliah yang begitu padat dan penat selama semester 3 ini membuat saya sangat menginginkan "pergi jauh" dari Surabaya saat liburan. hehe. beruntung teman-teman di railfans berniat mbolang ngalor ngidul (ngetan ngulon lebih tepatnya). gimana tidak, dalam 3 hari kita sudah mencapai Banyuwangi dan Jogjakarta. mereka memberi judul perjalanan ini adalah Joy Ride. hahaha. berhubung saya juga pengen ngerasain naik kereta sampai jauh jadi saya ikut.

begitu kuliah selesai, langsung bergegas menuju stasiun Gubeng. beli tiket kereta Tawang Alun, Sri Tanjung, dan Gaya Baru Malam Selatan. waktu itu minggu awal januari. sedangkan tiketnya untuk akhir januari, wkwkwk. 

kita skip cerita langsung di hari H. tepatnya tanggal 28 januari 2013. pukul 7.30 aku dan teman-teman baruku telah berkumpul di stasiun Gubeng. kereta Penataran sampai di stasiun Gubeng pada pukul 7.45. Menggunakan Penataran kita akan berangkat menuju bhumi Arema :D

sekitar pukul 12.00, kita telah sampai di stasiun Malang Kota Baru. sambil menunggu kereta Tawang Alun datang, kita "cangkruk" dulu di warung Dipo. tempat biasanya railfans Malang berkumpul.

jam 13.30 kereta Tawang Alun tiba di stasiun Malang kota baru. langsung saja kita naik. lalu berhenti di stasiun Malang Kota Lama. ini pemberhentian terakhir Tawang Alun dari Banyuwangi. jadi kita harus turun di stasiun ini, menunggu Tawang Alun berangkat lagi menuju Banyuwangi pukul 15.00


foto diatas adalah suasana sekita seat saya saat kereta Tawang Alun berada di stasiun Bangil. tampak diluar terdapat Kereta Ketel (tanker) pertamina.

Perjalanan dari Malang ke Banyuwangi ini cukup melelahkan. karena sudah masuk malam hari sehingga tidak ada yang bisa dilihat pemandangan-pemandangan indah di timur jawa.

akhirnya sampai di stasiun Banyuwangi baru pukul 24.00. karena sudah terlalu malam, dan besok pagi berangkat lagi pukul 6.00, maka kami memutuskan tidak mencari penginapan :D

di Banyuwangi, kita bertemu anak Bandung yang benar-benar berjiwa backpaker. hahaha. berpetualang sendiri dengan modal menginap di kampung halaman orang lain. dia sudah mengubek-ubek kota malang, bromo, dan akhirnya bertemu kami di Banyuwangi. di Banyuwangi dia masih berniat ke baluran dan Bali, tapi sayang dia sudah beli tiket ke jogja untuk 2 hari ke depan. 


suasana pagi hari di stasiun Banyuwangi Baru.

Selanjutnya kami naik Sri Tanjung untuk berangkat menuju Jogjakarta. 

saat di dalam kereta makan.

pemandangan ujung timur pulau Jawa ini sangat berkesan, sayang saya tidak sempat foto. kereta meliuk-liuk melewati pegunungan yang ada di kabupaten Banyuwangi dan jember. keren sekali.

suasana stasiun Kalisat

kereta berhenti agak lama di stasiun wilangan, karena bersilangan dengan kereta lain.

perjalanan menggunakan kereta Sri Tanjung ini agak menyebalkan bagi penumpangnya. estimasi tiba di stasiun Lempuyangan (Jogja) adalah pukul 8.00, dan kenyataannya pukul 9.00 kita masih berada di kota Solo. haha. kalau saya pribadi mungkin memaklumi, karena saya hanya berlibur dan membayar murah. tidak ada kepentingan yang mendesak. namun untuk orang lain tentu sangat mengecewakan jika mereka mempunyai urusan yang mendesak. ya paling tidak ini menjadi pelajaran. untuk yang ingin ketetapatan waktu, pilihan terbaik ada pada kereta eksekutif dan bisnis. karena bagaimanapun kereta ekonomi akan dikorbankan untuk mendahulukan perjalanan kereta bisnis dan eksekutif. hahaha. sesuai dengan yang tertulis di website PT.KAI bahwa pengadaan kereta ekonomi adalah untuk memfasilitasi kalangan pelajar, mahasiswa, dan wisatawan dalam berlibur. ah sudahlah :D
sampai stasiun delanggu

akhirnya sampai di stasiun lempuyangan. berjalan kaki sampai stasiun tugu menuju angkringan :D
angkringan jogjaa

setelah puas makan dengan budget minim, kita cari penginapan. tak terbayang sebelumnya kalau aku dan teman-teman akan menginap di salah satu lossmen di daerah pasar kembang ._. masa bodohlah, yang penting tidurr!

pagi harinya kita ke stasiun Tugu untuk memesan tiket Prameks, ternyata tiket Prameks hanya bisa dibeli 2 jam sebelum keberangkatan. karena kita berencana berangkat ke Kutoarjo pukul 04.00, maka kita lanjut jalan-jalan di kota Jogja. melewati Jalan Malioboro, Benteng Vredeburg, dan nyasar-nyasar ke jalan Pathok. 

stasiun Tugu Yogyakarta

Jalan Malioboro

Benteng Vredeburg

Minum Es Doger di pinggir jalan

Jam 3, saatnya balik ke Stasiun Tugu untuk membeli tiket Prameks. sambil nunggu motret-motret dulu :D


Suasana di dalam Stasiun Tugu Yogyakarta

prameks (prambanan ekspress) datang tepat waktu, segera kita berangkat menuju kutoarjo. satu jam kemudian kita telah sampai di Kutoarjo. akhir dari double track Solo :D
Stasiun Kutoarjo

Stasiun kutoarjo

di stasiun ini kita "Nggelandang" sampai jam 9 malam menunggu Gaya Baru Malam Selatan dari arah Jakarta. setelah kereta itu tiba, kita lanjut perjalanan ke Surabaya. sudah tentu untuk pulang. dan Alhamdulillah kita sampai Surabaya ketika adzan subuh mulai berkumandang.